Minggu, 25 Maret 2012

TANGGAPAN TERHADAP "ANAK KUNCI ISRAEL YANG HILANG DI MALUKU"


KEBENARANKAH…? ATAU KEBOHONGANKAH….?
SUATU KAJIAN THEOLOGIS TERHADAP
“ANAK KUNCI ISRAEL YANG HILANG DI MALUKU”
Oleh:
Jimmi Pattiradjawane, M.Th.
           
A.    Selayang Pandang
Saat ini masyarakat Maluku) dihebohkan dengan salah satu buku laris yang nampaknya berupaya memperkokoh mitos eksisnya sisa-sisa suku Gad (salah satu dari dua belas suku Israel) di Maluku. Dalam bukunya yang mengulas tentang keberadaan suku Gad yang diidentifikasi dalam hubungan dengan keberadaan suatu komunitas masyarakat asli di Maluku, yang disebut “Alifuru” dan beberapa hal yang disinggung oleh Avner mengenai YHWH dan tugas dari seorang Imam. Pertanyaan kunci yang diajukan, sekaligus diberi jawaban oleh sang penulis, ialah benarkan suku Gad yang hilang selama berabad-abad itu ada di pulau Maluku? Benarkah suku Alifuru merupakan suatu suku Israel yang hilang…? yakni Gad, yang ia sendiri belum menyadari originilitas identitasnya itu? Nampaknya ada tendensi justifikasi terhadap asumsi ini.
Asumsi seperti ini sebenarnya sudah lama beredar di kalangan masyarakat Maluku sendiri sekalipun tidak pernah ada kepastian kebenarannya. Oleh karena itu, upaya penggagasan itu hanya merupakan bentuk pembingkaian dan pengokohan atas apa yang pernah ada, yakni suatu cara penulis untuk membenarkan cerita-cerita tersebut, dengan jalan menuangkannya dalam suatu catatan konseptual yang semula sifatnya lisan.
            Namun hal ini sangatlah mempengaruhi setia pemahaman gereja-gereja yang berada di Maluku dan sampe sekarang ini ada sebagian gereja atau orang percaya secara tidak langsung sudah mempercayai setiap pengajaran Rabbi Abner tersebut. Hal inilah yang mempengaruhi paradigma gereja-gereja terhadap suatu kebenaran yang belum jelas nilai buktiannya.
B.    Lingkup dan Sistematis Pembahasan
            Ruang lingkup pembahasan lebih berkonsentrasi pada masalah-masalah kesalahan penafsiran dan fakta-fakta sejarah, serta kurangnya pembuktian-pembuktian secara autentik terhadap buku “Anak Kunci Israel yang Hilang”. Lingkup penyelidikan lebih mengarah kepada suku Alefuru, YHWH, dan bentuk-bentuk jabatan dari seorang Imam. Asumsi ini dapat memberikan setidaknya sedikit jawaban dan pengertian yang selama ini salah dipahami dan dimengerti oleh sebagian gereja maupun orang percaya, tentang buku yang ditulis oleh Sahartian.    

C.    Asumsi Dasar Dari Suatu Pembuktian
Bagi saya pengkajian terhadap isu ini menjadi sangat penting, karena sadar atau tidak sadar, secara langsung maupun tidak, asumsi ini akhirnya akan sangat mempengaruhi sensitifitas komunitas asli Maluku yang diidentifikasi sebagai suku Gad itu, dan sebagai implikasinya bukan tidak mungkin jika pola relasi yang terbangun selama ini akan sedikit berpengaruh, apalagi jika sudah dihubungkan dengan label ‘religiusitas’ mereka dalam konteks Maluku sebagai suatu wilayah pasca-konflik yang sedang terus bergulat dengan misi rekonsiliasi dan transformasi konflik demi terwujudnya perdamaian dan keadilan sejati.

D.    Dasar-dasar Kebenaran yang Terabaikan
1.        Konteks Sejarah
Penelusuran terhadap asal-usul nenek moyang Maluku dengan memperhadapkan fakta-fakta terkait periode masuknya kelompok suku lain di wilayah ini dapat saja dibenarkan, namun ini tidak serta-merta lalu memberi kita jaminan untuk menentukan bahwa kelompok suku tertua itu ialah suku Gad. Hal ini tidak mudah mengingat ada kesenjangan waktu yang sangat panjang antara periode pertama itu dengan periode saat ini, yang tentunya menuntut kita untuk melakukan suatu penelitian etnologis bahkan juga mungkin arkeologis yang mendalam terhadap kelompok suku Alifuru yang ada.
Menurut hemat saya, tibanya kita pada justifikasi asumsi ini sangat bergantung pada penelitian semacam itu, tapi juga pada bukti-bukiti historis, minimal cerita-cerita tertulis atau pun yang beredar secara lisan yang menggambarkan pola kehidupan, karakter komunitas, kebiasaan-kebiasaan, dan praktek-praktek religius kelompok suku Alifuru pra-Masehi itu, atau jika sulit dilakukan minimal dikaitkan dengan suatu kelompok generasi berikutnya yang hidup dalam periode waktu yang relatif lebih dekat dengan nenek moyang mereka itu.
Hal ini sangat penting sebagai salah satu indikator untuk mengukur tingkat persamaan kelompok suku Maluku itu dengan kelompok suku-suku lainnya di Israel dalam rangka melihat persamaannya dengan suku yang hilang itu. Nah, bagi saya ini yang belum dilakukan sehingga sulit untuk menentukan benar-tidaknya dugaan suku Alifuru sebagai salah satu suku Israel yang terhilang. Kesimpulan belum dapat diambil jika belum adanya suatu penelitian dan pengkajian ilmiah yang mendalam mencakup seluruh aspek historis dan masa kini dari suku asli Maluku, Alifuru.

Konteks Alkitab dan Bahasa
2.      Rumpun Bahasa Semitik
Bahasa-bahasa di Timur Tengah Kuno merupakan suatu rumpun yang biasanya disebut rumpun bahasa “Semetik”, sesuai dengan anak Nuh, yang dianggap nenek moyang bangsa-bangsa Timur Tengah menurut Kejadian 10. Rumpun bahasa tersebut ada tiga cabang, yaitu:
-         Cabang Timur (Bahasa Akkad, yang mencakup bahasa Babel bahasa        Asyur).
-         Cabang Selatan (Bahasa Arab dan bahasa Etopia).
-         Cabang Barat (Bahasa-bahasa Kanaan, yang merupakan bahasa Ebla, Ugarit, Moab, Ibrani, dan bahasa Aram.
Di sinilah terdapat suatu kesalahan besar yang salah diasumsikan atau ditafsirkan oleh sipenulis buku ini, dia juga mendasarkan pemahamannya atas persamaan etimologis antara istilah “Alifuru/Alefuru” dengan suatu kata Aram/Ibrani, serta istilah “Maluku” dengan nama seorang dewa Israel kuno yakni “Molukh”.
Hal yang pertama, istilah ‘alifuru’ atau ‘alefuru ’berasal dari dua akar kata Aram/Ibrani yakni alif atau alef yang memiliki arti yang sama yaitu ‘tunggal/satu’, dan uru yang artinya manusia. Karena bahasa Aram pada abad ke sembilan sebelum masehi ialah bahasa internasional dalam bidang perdagangan dan diplomasi, maka sudah tentu pengaruhnya cukup luas sehingga teradopsi oleh kelompok suku ini dan salah satu katanya dipergunakan untuk menyebut identitas komunitasnya sekalipun telah terbuang jauh dari komunitas induknya, Israel. Dalam konteks ini, penamaan kelompok suku Maluku sebagai alifuru sedikit banyak memberi kesan bahwa kelompok ini punya hubungan dengan daerah dimana akar kata alifuru itu berasal. Dalam bahasa Ibrani kuno (proto sinaitik), aksara א - 'ALEF dan ל – LAMED ('AL dan LAM) masing-masing merupakan simbol. א - 'ALEF adalah simbol kepala kerbau menggambarkan kekuatan sedangkan ל – LAMED merupakan gambar tongkat dengan kaitan di ujungnya yang juga mewakili otoritas dari seorang gembala. Kombinasi kedua aksara ini berarti "otoritas yang kuat" dan dapat ditujukan buat suatu pribadi atau benda.
Sedangkan yang kedua, istilah Maluku berkaitan dengan kata “Molokh” (Milkom), yakni suatu sebutan nama bagi seorang dewa sembahan bani Amon yang berada di sekitar perbatasan Yordania dengan tanah Kanaan Israel yang berbatasan langsung dengan suku Gad. Dewa Molukh ini ialah salah satu dewa yang ada di Timur Tengah yang tidak disukai oleh Tuhan Allah Israel, sehingga Allah Israel mengatakan Molokh adalah dewa yang sangat najis di mataNya dan dianggap juga sebagai dewa kekejian. Dewa ini mudah membuat orang Israel tidak taat pada perintah Tuhan dan dengan mudahnya meninggalkan dan melupakan Allah.

3.     Penggunaan kata “YHWH” Sejarah
Dalam bagian ini Abner mendaftarkan sekian banyak ayat-ayat Firman Allah dalam konteks Perjanjian Lama sebagai beberapa referensi demi mendasarkan dan menguatkan akan buku yang telah ditulis oleh dia. Salah satu kata yang dipake olehnya adalah ungkapan kata “YHWH”.  
Dalam bahasa Ibrani terdapat dua macam nama Ilahi untuk menyebut Tuhan: (1) YHWH, dan (2) kelompok nama yang diawali dengan “El”. Kedua kelompok nama itu berasal dari zaman dan tempat yang berbeda. Dengan begitu apakah setelah itu YHWH menjadi nama Diri (proper name), dan langsung menghapus yang lain…? Tidak, nama-nama lain yang diawali “El” itu akhirnya digabungkan sebagai sifat-sifat YHWH. Karena itu, YHWH menjadi Ilahnya Israel (Kel. 5:1, YHWH, Elohe Yisra`el”. Tetapi, “El” untuk waktu yang cukup panjang hampir menjadi nama diri juga: “El”, Elohe Yisra`el (Kej. 33:20, “El, Ilahnya Israel). Juga, bila biasanya Dia menyatakan nama-Nya: Ani YHWH hu shemiy (Yes. 42:8, “Akulah YHWH, itulah nama-Ku”), maka Mazmur 7:18 menggambungkan YHWH dan El sebaggai nama-Nya: “…syem YHWH, “El Elyon” (…nama YHWH, El yang maha tinggi).
Dalam konteks yang lain, bahwa penggunaan nama YHWH bagi orang Israel merupakan suatu nama yang sangat sakral atau terlalu kudus. Oleh sebab itu identitas nama YHWH merupakan suatu nama yang tidak dapat diungkapkan begitu saja bagi golongan orang-orang Israel. Hal ini berhubungan langsung dengan peristiwa pembuangan di Asyur dalam konteks bukit Gerizim dan dihubungkan dengan konteks Yoh. 4:22-24.

4.     Fungsi dan Jabatan Sebagai Imam
Dalam hal ini Abner memberikan suatu penafsiran yang keliru tentang keberadaan dan tugas dari seorang imam Besar. Oleh sebab itu perlu saya jelaskan disini, bahwa asumsi dari buku “Anak kunci Israel yang Hilang” merupakan suatu mitos yang tidak benar keberadaannya. Oleh sebab itu kita harus dapat melihat dengan jelas apa yang di katakan oleh Alkitab mengenai tugas dan tanggung jawab dari seorang Imam Besar.  
Tugas Imam Besar adalah menjadi perantaraantara Allah dan umat-Nya. Mereka mempersembahkan korban kepada Allah, berdoa untuk rakyat dan memberkati rakyat atas nama Allah dengan memakai perkataan-perkataan seperti yang terdapat dalam Bil. 6:24-26. Hanya Imam yang diperbolehkan masuk Ruang Kudus untuk mempersembahkan korban dan menyalakan kandil. Dalam perkara-perkara sulit mereka dapat member nasehat, oleh karena mereka mahir dalam hukum Allah.

Tugas Dan Jabatan

-         Keluaran 28:30; Im. 8:8; Bil. 27:21; Ul. 33:8; 1 Sam. 14:37. Atribut seorang Imam
-         Imamat 21:10-15. Syarat-syarat seorang Imam
-         Keluaran 28:1. Atas Perintah Allah.

Hal ini apa bila tidak diantisipasi akan memberikan dampak yang kurang baik dalam pertumbuhan orang Kristen maupun dalam kehidupan bergereja di pula Ambon. Kita punya tugas dan tanggung jawab untuk menyatakan suatu kebenaran dengan menggunakan prinsip-prinsip Alkitab yang lebih jelas lagi.


Kesimpulan
Ide bahwa Orang Maluku berasal dari suku Gad (salah satu suku di Israel) yang diungkapkan oleh Avner Sahertian dalam buku Anak Kunci Israel yang Hilang di Indonesia adalah hanya sebuah asumsi tanpa dibarengi dengan pembuktian secara teologis, historis, biblis, arkeologis, dsb.
Dengan demikian, kita tidak perlu memikirkan lebih dalam apa lagi terprovokasi untuk pulang ke tanah Israel. Tanah Maluku merupakan tanah milik orang Maluku yang dikaruniakan oleh Tuhan selama ada di dunia ini. Sebagai orang yang Percaya, kita menyadari bahwa kita memiliki milik pusaka yang abadi yakni Surga tempat yang diidam-idamkan oleh semua manusia. Mari kita membenahi hidup kita selama masih di dunia ini untuk menantikan saatnya yang akan datang yakni pada waktu Allah menyatakan diri-Nya kita akan masuk bersama-sama dengan semua orang kudus ke tempat yang telah disediakan oleh Yesus.

SOLI DEO GLORIA!

28 komentar:

Apri Laiskodat mengatakan...

RESENSI BUKU: ANAK KUNCI ISRAEL YANG HILANG DI INDONESIA, Karangan: Harry Avner Sahertian, Terbitan: Pustaka Salomo, Yokyakarta
Oleh: Apri Laiskodat, S.Th.

TENTANG PENULIS

Harry Avner Sahertian, lahir di Manado, tahun 1957 dan besar di Makasar. Sempat sekolah Teologi tetapi tidak menamatkannya karena alasan untuk mempreoritaskan diri dalam penggembalaan jemaat. Pernah menggembalakan jemaat di Cilacap (tidak menyebutkan secara spesifik tentang denominasi Gereja apa) selama 6 tahun, di Semarang selama 1 tahun, di Bekasi 11 tahun selanjutnya sejak tahun 1991 menyerahkan diri dalam pekerjaan sosial/masyarakat yang bersifat spiritual (tidak menyebutkan secara spesifik tentang nama lembaganya).

Pada sampul depan buku tersebut terdapat sebuah pertanyaan: “Benarkah suku Gad (salah satu dari 12 suku Israel) yang hilang selama berabad-abad ada di Indonesia?

Secara Teologis, Alkitab Perjanjian Lama mencatat tentang perbuatan Allah yang besar terhadap manusia melalui orang Israel. Tujuan Allah adalah untuk seluruh bumi karena Ia adalah TUHAN atas seluruh bumi. Avner Sahertian seolah-olah mengarahkan perhatiannya hanya kepada superior Israel tanpa memandang secara proporsional antara pekerjaan Allah dalam Sejarah PL dan PB. Memang dalam PL, Allah menyatakan kekuasaan-Nya kepada bangsa Israel tetapi itu menjadi tanda yang telah diperbaharui-Nya dengan kehadiran Yesus sebagai Kepada GEREJA. Kehadiran Yesus sebagai inkarnasi Allah untuk menyelamatkan semua manusia menandabuktikan bahwa Allah mengasihi semua manusia. Barang siapa yang percaya kepada Yesus akan diselamatkan. Tempat bagi orang-orang yang percaya kepada Yesus adalah di Surga bukan di dunia ini.
Ide untuk menyatukan suku Israel bukan merupakan ide atau prakarsa Allah. Ide ini adalah prakarsa Iblis (roh antikris) sebab ketika Israel bersatu dan mengembalikan tradisi Israel baik tradisi imam, raja, nabi seperti yang dilakukan dalam PL semuanya ini bertentangan dengan karya Allah dalam kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Yesus mati dan bangkit untuk memilih orang-orang percaya dan bekerja menghasilkan buah bagi kerajaan Allah. Semua manusia di dunia ini dipandang sama dan sederajat sebagaimana Allah sangat mengasihi sumua manusia di dunia ini.
Sebagai orang percaya, kita menantikan saat yang paling berbahagia yakni ketika Yesus menampakan diri untuk kedua kali dan menjemput GEREJA masuk dalam kerajaan Allah.

Terima kasih, kiranya menjadi berkat bagi banyak orang,

Apri Laiskodat

Anonim mengatakan...

Tanja sedjara di Kei Kecil di kampong Dian Darat !!!
Waktu empat tahun lalu keluarga di kampung lihat berapa hari Salib menjala di muka Geredja baru!!!.....memang Tuhan Yesus kasih lihat tanda di kampung !!!
Waktu kerusuhan orang Dian Darat njang tolong berberapa Kmpg di Kei Kecil.....waktu anak2 muda djalan pergi bat perang dorang menjanji lagu rohani laskar Christus madju ,mulai menjanji dari kampong sampe di kota Tual....sampe dari gunung manusia banjak turun dari gunung njang paling banjak sekali dengan kuda2 (soldiers from God)
Banjak orang Kei sudah dengar djuga tapi dorang takut buat tolong!!!
Kalo tanja disana di Dian Darat ada sedjara banjak,sebab ketong punja ojang Lakes dan Kner memang menang perang ilmu, kalo tanja di Seram,Utara dan di Barat....disitu tau sedjara djuga sebab kalo perang ilmu itu saya punja moyang2 menang!!!....Sampe sekarang tetap tingal pella perang dengan Seram,Utara dan Barat!!!
Sampe disini info nja,maafkan kalo tulis sala2 sebab saya tingal di Belanda !!!
Tuhan Memberkati Selamanja !!!

Eddy mengatakan...

punja ojang Lakes dan Kner memang menang perang ilmu, kalo tanja di Seram,Utara dan di Barat....disitu tau sedjara djuga sebab kalo perang ilmu itu saya punja moyang2 menang!!!....Sampe sekarang tetap tingal pella perang dengan Seram,Utara dan Barat!!!
Sampe disini info nja,maafkan kalo tulis sala2 sebab saya tingal di Belanda !!!
Tuhan Memberkati Selamanja !!!

Apri Laiskodat mengatakan...

Senang mendengar tanggapan dari negeri yang jauh (Nederland).

Shalom!!!
untuk persoalan perang ilmu memang orang di kampung Seram Utara dan Barat banyak yang punya ilmu, kami sering juga jalan2 ke sana.

ngomong2, kapan pakansi ke Ambon? mampirlah ke tempat kami. bisa kontak dan lihat di profil.

shalom, mat beraktivitas! GB

Anonim mengatakan...

Tolong bantu dalam doa; rencana membuka kelas Pendalaman Alkitab yang akan dilaksanankan oleh alumni BMW Indonesia asal NTT di Kupang yang akan dimulai pada bulan Januari 2013.

Informasi tentang waktu dan tempat akan disampaikan kemudian.

Apri Laiskodat mengatakan...

Saatnya berkarya lebih banyak lagi buat Tuhan. Doa saya, melalui Kelas PA ini banyak orang Kupang mendapat inspirasi untuk sungguh-sungguh dalam melayani Tuhan. Tx dan God bless all of you!

salam!

Ivan Paul mengatakan...

Shallom Bu Apri,

suatu diskusi yang sangat menarik untuk dibahas dan digali lebih lagi...

coba bu cari Bapak Ayub B E Poli, mungkin beliau tahu sedikit banyak tentang bangsa Alifuru (Maluku) dan Bani Gad.

begitu juga dengan relasi melalui pendekatan bahasa asli orang Rote dengan bahasa asli orang Seram (Alifuru/Alune/Maluku)


'kebenaran akan sejarah hanyalah tinggal waktu, dimana TUHAN akan buka semuanya untuk katong tahu'

TUHAN YESUS KRISTUS memberkati kita semua!



tabea!

Apri Laiskodat mengatakan...

Bu Ivan Paul yang terkasih dalam Tuhan Yesus

salam kenal,
senang bu juga memberi respon terhadap tautan saya, trima kasih!

secara histori dan antropologi memang orang rote dan orang helong memiliki banyak kesamaan dengan orang maluku. tiga suku yang saya sebutkan tadi juga sangat berbeda secara antropologi dengan suku2 di indonesia dan kalau ditelusuri akan kita ketahui asal yang sebenarnya. mungkin cerita ini benar bahwa suku2 yang kita sebut itu berasal dari salah satu suku israel. tetapi yang sedang kami soroti dalam tautan ini adalah tanggapan secara teologis terhadap kebenaran tentang keberadaan suku gad di Indonesia. mungkin bu coba cermati sekali lagi tanggapan saya pada posting pertama dalam tautan ini.

saya akan mencoba untuk menghubungi Bapak Ayub B.E. Poli. apakah ada alamat yang bisa saya hubungi yang diketahui tolong kasi di beta do Bu Ivan.

sekali lagi terima kasih untuk komentar bu ivan di tautan ini. Tuhan Yesus memberkati!

Ivan Paul mengatakan...

Shallom Bu Apri,

maaf lama baru be balas...

bisa minta bu pu alamat email?
be akan kasi tau alamat Bapak Ayub B E Poli.


JCLU!


tabea.

Apri Laiskodat mengatakan...

Terima kasih sekali lagi Bu Ivan Paul,

ini alamat EMail saya: aprilaiskodat@gmail.com atau inbox ke facebook: Apri Laiskodat atau twitter: @ApriLaiskodat.

btw Bu Ivan asal dari mana?

tabea!!!

Muakrim M Noerz mengatakan...

suatu pendalaman fakta yang mendasar. sebagai anak alifuru saya merasa memang perlu adanya suatu upaya mengaitkan antara pemahaman berdasarkan teologis, antropologi dan historis. Nah kalau dari antropologi dan historis sudah tidak memiliki keterikatan maka bagaimana mungkin teologis bisa dinyatakan. Saya rasa Avner hanya mencari sensasi semata. Kita tahu bahwa penulis kontroversi bukunya akan laris manis. Saya sendiri pernah berusaha menghubungi avner guna berdiskusi, namun yang bersangkutan tidak pernah menjawab keinginan saya tersebut. Saya pun bersedia jika ada kawan-kawan yang ingin berdiskusi secara sehat dan wajar di forum ini. (itu sih jika bung apri menyediakan tempat diskusi di kolom kementarnya ini)

Nice postingan bung apri, nice point of view

Ivan Paul mengatakan...

Bu Apri,

be su kirim email ke aprilaiskodat@gmail.com


GBU.


Tabea!

Apri Laiskodat mengatakan...

Bung Muakrim M. Noerz Ytk.
saya sangat senang ada respons dari bung tentang tulisan ini. saya berusaha untuk menghimpun pendapat dari berbagai kalangan menyangkut apa yg diungkapkan oleh Avner Sahertian, karena ada kontraversi pandangan orang Maluku sendiri.

kalau ada orang yg memberikan pendapatnya di blog ini silahkan saja tetapi saya berharap supaya bisa berpikir sehat karena sesuatu yang kontraversi sangat rentang dengan tuding menuding, hujat menghujat dan saya sendiri tidak menghendaki hal demikian.

Silahkan mengungkapkan pendapatnya dengan bukti-bukti kongkrit untuk menambah wawasan kita tentang satu isu yg kebenaranya adalah relatif.

Terima kasih sekali lagi, GBU!

Apri Laiskodat mengatakan...

Bu Ivan Paul,

Terima kasih banyak. mat beraktivitas dan Tuhan memberkati!

Salam!

M4R35 mengatakan...

http://media.kompasiana.com/buku/2011/10/31/ternyata-moyang-orang-maluku-adalah-bangsa-yahudi/ Apa sudah baca buku PINTU GERBANG EMAS ISRAEL YANG TERTINGGAL DI INDONESIA - Penerbit Pustaka Solomon Yogyakarta ditulis oleh Rabbi RESLEY (saya belum baca) saya sendiri sedang mengecek kebenaran ini sebab kono Israel sudah tau dan yang melatih pasukan khusus RMS itu MOSSAD :) Bisa jadi HAS benar sebelum buku ini kelauar Almarhum ayah saya memin jamkan suatu tulisan berbentuk buku stensilan, mungkin ini yang jadi dasar dari HAS dan buku stensilan itu tulisan lama di ketik dengan mesin tik biasa tahun 70an Sekian YHBU

M4R35 mengatakan...

coba baca artikel ini dan cari bukunya PINTU GEBANG EMAS ISRAEL YANG TERTINGGAL DI INDONESIA http://media.kompasiana.com/buku/2011/10/31/ternyata-moyang-orang-maluku-adalah-bangsa-yahudi/

ongka wotay ben kolelsy mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
Anonim mengatakan...

Saya sengaja menulis dan menerbitkan fakta-fakta tentang Suku Israel yang hilang di Maluku di blok ini karena keterbatasan dana untuk menerbitkan sebuah buku yang memaparkan fakta-fakta tersebut dari hasil penelitian saya, kenapa saya memakai kata menerbitkan karena fakta-fakta yang saya dapat ini ssebagiannya baru pertama kali ini dijelaskan secara tulisan atau dipublikasikan, pertama kali dipublikasi/ditulis oleh saya di halaman Facebook berjudul Suku Israel di Maluku dan publikasi kedua di blog ini.
Tulisan ini dibuat bukan untuk menonjolkan kalau salah satu ras atau bangsa tertentu lebih tingi derajatnya atau lebih rendah derajatnya dari ras maupun bangsa yang lain, karena semua suku, ras, bangsa semuanya sama dihadapan Tuhan.
Tulisan ini dibuat untuk menyajikan informasi dan fakta-fakta yang ada tentang sejarah dan asal-usul masyarakat maluku, khususnya yang membahas tentang asal-usul sebagian atau seluruh masyarakat Maluku, yang berasal dari beberapa suku israel yang hilang selama berabad-abad dan tersebar di seluruh dunia, salah satunya di Maluku. diliihat dari segi budaya,adat istiadat setempat, Kepercayaan, serta sejarah lisan masyarakat setempat secara turun-temurun.
dan baru-baru ini dilakukan beberapl penelitian dari ahli-ahli, lembaga-lembaga lokal maupun internasional/dalam hal ini beberapa ahli/Rabi-rabi yang dikirim langsung dari israel ke Maluku. dan menemukan sejumlah bukti atau fakta-fakta tentang Masyarakat Maluku yang mempunyai kaitan erat dengan suku-suku israel yang hilang. Diantaranya seperti Nama marga/klan/budaya setempat yg sama persis, serta melalui serangkaian tes Dna/gen.

1.salah satu adat istiadat Israel/Yahudi yang masih dipelihara saat ini adalah, Adat Perkawinan masyarakat pedalaman Buru. dimana dalam pernikahan apabila sang suami meninggal maka sang adik atau kakak dari mendiang sang suami wajib menikahi janda yang ditinggalkan oleh mendiang. adat istiadat atau kebiasaan ini masih dipelihara dan dijalankan oleh masyarakat Maluku khususnya masyarakat Buru yang dirurunkan/diwariskan turun-temurun dari nenek moyang mereka Bangsa Israel/Yahudi Ulangan 25:5-10.
2. ada satu kebiasaan yang masih dijalankan dan dilakukan oleh sebagian masyarakat maluku yang sama dengan saudara2nya di Israel, kalau anda orang maluku dan berdomisili di Maluku anda pasti tau kebiasaan ini, orang maluku mempunyai kebiasaan menabur garam di rumahnya, pengalaman dialami oleh saya sendiri, saya ingat waktu saya kecil saya tidur dan diganggu oleh roh jahat seperti dicekik dan tidak bisa bernafas sehingga saya tidak bisa tidur dan menangis, tebak apa yang dilakukan ibu saya, dia bangun dan menaburi garam disekitar tempat tidur saya, diapun mengajarkan saya jika mengalami hal yang sama maka saya harus mengambil garam dan menaburi disekitar tempat saya, dia menjelaskan garam tersebut untuk menyujikan tempat sekitarnya dari roh2 jahat dan mengusirnya walaupun kebiasaan ini sudah mulai dilupakan karena sudah tidak sesuai dengan nilai2 agama.

Anonim mengatakan...

Ah mana ada orang israel siram garam untuk usir setan tidak ada bukti klo orang israel siram garam untuk usir setan atau roh jahat di alkitab pung tidak ada tuh....klo orang NTT iya melakukan ini garam + air untuk usir setan (aneh)

Apri Laiskodat mengatakan...

Anonim yth,
Boleh saya tahu, ini dengan siapa??? Tuhan Yesus memberkati....

Apri Laiskodat mengatakan...

Comentator yang budiman,

Saya sangat mengharapkan Bapak/i, Sdr/i, sekalian untuk mengikutsertakan identitas yang jelas dalam forum ini.

Terima kasih, Salam damai

Andrea Peron mengatakan...

Segala sesuatu yg diucapkan harus sesuai bukti dan fakta yg akurat

Tapi jelasnya seluruh bangsa di dunia punya kaitan karna 1 lewat adam dan hawa yg terbagi lewat anaknya kain dan set sampai beranak cucu sekarang

Andrea Peron mengatakan...

Seharusnya penyampaian pendapat harus sesuai fakta ya nyata bukan mengaitkan tanpa dasar

Tapi yg jelas semua bangsa punya kaitan karna 1 lewat adam dan hawa lalu lewat anaknya kain dan set hinga beranak cucu sampai sekarang memenuhi pulau2 di dunia

YAYASAN DIAN PERSADA (YADIPA) mengatakan...

Terima kasih Andrea Peron,

semua manusia berasal dari 1 keturunan tetapi tidak semua manusia memiliki satu garis keturunan kecuali sejak awal manusia hanya memiliki 1 orang anak.

Anonim mengatakan...

shaloom...

beta pernah koment di fb "jews gad from moluku" ehh esoknya dihapus, beta jadi bertanya2 : "maksud loe??"

Apri Laiskodat mengatakan...

Anonim yg budiman,

Saya sdh beberapa kali katakan di sini untuk sertakan identitas komentator yang jelas dlebih engan maksud agar komunikasi kita lebih akrab.

Andrea Peron mengatakan...

@ YAYASAN DIAN PERSADA (YADIPA),memang betul yg anda blng karna saya pun tak mengatakan semua bangsa memiliki 1 garis turunan tapi yg jelas dari 1 turunan lewat adam dan hawa

Jadi tidak tertutup kemungkinan bangsa2 lain dr wilayah timur tengah memiliki kaitan dengan bangsa di belahan lain.

Dalam konteks pembahasan topik ini mungkin sebelumnya perlu di teliti tentang kesamaan budaya suku indian di benua amerika,suku2 di kepulauan pasifik,suku aborigin di australia,dan suku maluku serta papua juga dayak di indonesia Ɣa̶̲̥̅̊ŋƍ memiliki kemiripan budaya meskipun jaraknya jauh. . .

Anonim mengatakan...

Tidak menutup kemungkinan bahwa orang" suku asli maluku adalah Suku Gad salah satu dari 10 suku israel yang hilang pada masa pembuangan. Karena memang mereka (kesepuluh suku) hilang tanpa catatan sejarah, jadi memang sangat susah untuk menemukan bukti sejarah bahwa mereka ada di Maluku yang sekarang. Saya Tidak bilang orang Maluku pasti Suku Gad, tapi saya hanya bilang tidak menutup kemungkinan.