Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 25, 2012

AGAMA SUKU

Gambar
AGAMA SUKU A.      Pengertian Agama Suku 1.     Pengertian Agama Kata “Agama” secara etimologi terbentuk dari kata a – gam – a (a = tidak, gam = kacau, dan akhiran “a” yang membentuk sifat eternal. Sehingga, a – gam – a artinya tidak kacau yang bersifat abadi. Jadi, kata “Agama” secara etimologi adalah sesuatu yang tetap yang bersifat abadi. Pengertian ini menunjukkan bahwa berbicara tentang “Agama” maka pembicaraan itu mengarah kepada sesuatu keadaan yang memiliki nilai kekekalan. Hal ini berarti bahwa pada satu sisi Agama membawa penganutnya kepada kehidupan yang kekal tetapi juga pada sisi yang lain mengarah kepada sikap penganutnya yang tidak berubah/tetap. Agama dalam perspektif yang lain diartikan sebagai “Sistem kepercayaan, sikap dan praktek agamawi yang dilakukan oleh manusia kepada satu pribadi yang dapat memberikan berkat. Sistem kepercayaan ini dapat dilihat dari perspektif “Samawi dan Wadi’i" sehingga ada istilah Agama Samawi dan Agama Wadi’i. Agama Samawi bersu

FALSAFAH MUKI NENA

MUKI NENA Muki Nena (Bahasa Helong) sering di sebut dengan “ muki nen apa ” secara harafiah artinya “ muki ” = mempunyai dan “ nena ” = memiliki. Dua kata ini terbentuk berdasarkan sifat Bahasa Helong yang selalu menggunakan 2 kata yg mirip untuk memberi penekanan arti. Misalnya; ko dalen = perasaan, niu hilin = bersih, otot dada = panas, blingin his = dingin, mitang tilu = hitam, muti kaon = putih, mea dolon = merah, tene bangkar = besar, ana blutu = kecil, dll. Contoh-contoh tersebut sering kita dengar dalam pembicaraan adat dan acara-acara formal pemerintahan yang melibatkan tokoh-tokoh adat. “ Muki Nena ” bisa juga disebut sebagai Falsafah / Pandangan Hidup ( Word View ) Masyarakat Suku Helong yang artinya “Solidaritas atau kekerabatan antar personal maupun komunitas kelompok marga yang terkait terjalin karena sama-sama “memiliki” atau sama-sama “mempunyai” ( auk muik ku nol ku nena au )”. “Memiliki” di sini lebih diartikan sebagai ikatan batin karena berasal

TANGGAPAN TERHADAP "ANAK KUNCI ISRAEL YANG HILANG DI MALUKU"

KEBENARANKAH…? ATAU KEBOHONGANKAH….? SUATU KAJIAN THEOLOGIS TERHADAP “ANAK KUNCI ISRAEL YANG HILANG DI MALUKU” Oleh: Jimmi Pattiradjawane, M.Th.             A.     Selayang Pandang Saat ini masyarakat Maluku) dihebohkan dengan salah satu buku laris yang nampaknya berupaya memperkokoh mitos eksisnya sisa-sisa suku Gad (salah satu dari dua belas suku Israel) di Maluku. Dalam bukunya yang mengulas tentang keberadaan suku Gad yang diidentifikasi dalam hubungan dengan keberadaan suatu komunitas masyarakat asli di Maluku, yang disebut “Alifuru” dan beberapa hal yang disinggung oleh Avner mengenai YHWH dan tugas dari seorang Imam. Pertanyaan kunci yang diajukan, sekaligus diberi jawaban oleh sang penulis, ialah benarkan suku Gad yang hilang selama berabad-abad itu ada di pulau Maluku? Benarkah suku Alifuru merupakan suatu suku Israel yang hilang…? yakni Gad, yang ia sendiri belum menyadari originilitas identitasnya itu? Nampaknya ada tendensi justifikasi terhadap asumsi ini. Asumsi seperti